Produksi TBS Koperasi Sawit Leka Mandiri Tahun 2025 Tembus Lebih dari 12 Ribu Ton

Muara Leka – 2025
Koperasi Sawit Leka Mandiri mencatat capaian kinerja yang menggembirakan dalam sektor produksi Tandan Buah Segar (TBS) sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan rekapitulasi produksi bulanan, total produksi TBS yang dihasilkan dari Plasma Umum dan Plasma Transmigrasi mencapai 12.284.578 kilogram atau lebih dari 12,2 ribu ton. Capaian ini mencerminkan kondisi kebun plasma yang relatif stabil serta pengelolaan produksi yang berkelanjutan.
Produksi TBS tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh anggota koperasi, pengurus, serta dukungan sistem panen dan pengangkutan yang terus diperbaiki secara bertahap. Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama faktor cuaca dan fluktuasi produksi musiman, koperasi mampu menjaga konsistensi produksi sepanjang tahun.
Kontribusi Plasma Umum Menjadi Penopang Utama Produksi

Berdasarkan data tahunan, Plasma Umum menjadi penyumbang produksi terbesar dengan total produksi mencapai 10.585.544 kilogram sepanjang tahun 2025. Puncak produksi tercatat pada bulan April sebesar 1.105.155 kilogram, yang menunjukkan kondisi tanaman dan intensitas panen yang optimal. Selain itu, produksi tinggi juga terjadi pada bulan Desember dengan capaian 1.020.308 kilogram.
Sementara itu, produksi terendah Plasma Umum terjadi pada bulan September, yaitu sebesar 720.593 kilogram. Penurunan ini dipengaruhi oleh faktor cuaca, intensitas curah hujan, serta siklus alami tanaman kelapa sawit yang berdampak pada jumlah tandan yang dapat dipanen.
Secara keseluruhan, produksi Plasma Umum menunjukkan tren yang relatif stabil sepanjang tahun. Fluktuasi yang terjadi masih berada dalam batas wajar dan menjadi bahan evaluasi koperasi untuk meningkatkan efektivitas perawatan kebun, pemupukan, serta manajemen panen di masa mendatang.
Plasma Transmigrasi Tetap Memberikan Kontribusi Strategis

Selain Plasma Umum, Plasma Transmigrasi juga memberikan kontribusi penting terhadap total produksi koperasi. Sepanjang tahun 2025, total produksi TBS dari Plasma Transmigrasi tercatat sebesar 1.699.034 kilogram.
Produksi tertinggi Plasma Transmigrasi terjadi pada bulan Desember dengan capaian 182.046 kilogram, disusul bulan Juli sebesar 165.356 kilogram. Adapun produksi terendah tercatat pada bulan Oktober, yaitu 105.621 kilogram.
Meskipun secara volume produksi berada di bawah Plasma Umum, Plasma Transmigrasi tetap memiliki peran strategis dalam menopang total produksi koperasi. Dengan perbaikan pengelolaan kebun dan dukungan teknis yang berkelanjutan, Plasma Transmigrasi dinilai masih memiliki potensi peningkatan produktivitas pada tahun-tahun berikutnya.
Evaluasi Produksi dan Tantangan Lapangan

Pengurus Koperasi Sawit Leka Mandiri menilai bahwa capaian produksi tahun 2025 tidak terlepas dari sejumlah tantangan di lapangan. Faktor cuaca yang tidak menentu, kondisi jalan kebun, serta kebutuhan perawatan kebun yang memerlukan biaya cukup besar menjadi tantangan utama dalam menjaga stabilitas produksi.

Namun demikian, koperasi terus melakukan berbagai upaya perbaikan, antara lain peningkatan disiplin panen, penguatan koordinasi dengan anggota, serta perbaikan sarana dan prasarana pendukung produksi. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan hambatan operasional dan meningkatkan efisiensi produksi.
Komitmen Peningkatan Produksi dan Kesejahteraan Anggota

Pengurus Koperasi Sawit Leka Mandiri menegaskan bahwa capaian produksi TBS tahun 2025 menjadi dasar penting dalam menyusun perencanaan dan strategi pengembangan koperasi ke depan. Fokus utama diarahkan pada peningkatan produktivitas kebun, perawatan tanaman yang lebih optimal, serta penguatan manajemen usaha koperasi.
Selain itu, koperasi juga berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur pendukung, meningkatkan transparansi pengelolaan, serta memperkuat peran koperasi sebagai sarana peningkatan kesejahteraan anggota.
Dengan capaian produksi TBS yang solid sepanjang tahun 2025, Koperasi Sawit Leka Mandiri optimistis dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi seluruh anggota koperasi serta masyarakat sekitar.


