Kondisi Jalan Kebun Plasma Masih Banyak Membutuhkan Perbaikan

Muara Leka — Kondisi jalan di kawasan kebun plasma hingga saat ini masih memerlukan perhatian serius. Sejumlah ruas jalan utama yang menjadi akses pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) terlihat rusak, berlumpur, dan sulit dilalui, terutama setelah diguyur hujan.

Dari pantauan di lapangan, badan jalan mengalami alur roda yang dalam, permukaan tanah yang gembur, serta genangan air di beberapa titik. Kondisi ini kerap menyulitkan kendaraan angkut, baik roda dua maupun truk pengangkut hasil panen, sehingga berdampak langsung pada kelancaran distribusi TBS ke tempat penimbangan maupun pabrik.

Kerusakan jalan tersebut tidak hanya memperlambat waktu angkut, tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya operasional petani plasma. Risiko kendaraan terjebak lumpur, kerusakan armada, hingga keterlambatan pengiriman menjadi tantangan yang terus dihadapi di lapangan.

Sejumlah petani berharap adanya perbaikan jalan secara bertahap dan berkelanjutan, seperti penimbunan material, perataan badan jalan, serta peningkatan drainase agar air tidak menggenang saat musim hujan. Jalan kebun yang layak dinilai sangat penting untuk menjaga kualitas buah, efisiensi waktu, dan kestabilan pendapatan petani.

Perbaikan infrastruktur jalan kebun plasma menjadi faktor kunci dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan usaha perkebunan. Dengan akses jalan yang baik, diharapkan proses pengangkutan hasil panen dapat berjalan lebih lancar, aman, dan efisien, sehingga memberikan dampak positif bagi seluruh petani plasma.


